Rabu, 01 Juli 2015

BUDAYA MAKANAN CIRI KHAS TRENGGALEK

TRENGGALEK

Trenggalek merupakan salah satu kota di jawa timur lebih tepatnya kota kecil yang terletak di tengah pegunungan. Karena memang secara tata letak Trenggalek adalah daerah yang sebagian besarnya pegunungan, kota Trenggalek sendiri di kelilingi pegunungan yang saling terhubung. Trenggalek memang tidak begitu terkenal karena memang letaknya yang berada di pinggiran, memiliki luas sekitar 1.205,22 km² dan berpenduduk sekitar ±700.000 jiwa. Di kelilingi beberapa kabupaten seperti di sebelah timur dengan Kab. Tulungagung, sebelah utara Kab. Ponorogo, sebelah barat Kab. Pacitan dan sebelah selatan langsung menghadap ke pantai selatan. Pusat pemerintahan Trenggalek berada di pusat kota tepatnya di sebelah timur dari alun – alun kota. Trenggalek terdiri dari 14 kecamatan yaitu : Trenggalek, Bendungan, Pule, suruh, Karangan, Tugu, Pogalan, Durenan, Panggul, Dongko, Munjungan, Kampak, Gandusari dan Watulima.

Budaya Trenggalek
Trenggalek memiliki beragam kebudayaan seperti tari jaranan Turonggo Yakso. Tari jaranan Turonggo Yakso berasal dari daerah Dongko, tari jaranan ini sedikit berbeda karena tarian ini menggunakan properti jaranan yang sedikit berbeda yaitu dalam bentuknya. Seperti namanya Turonggo Yakso jaranan pada tarian ini berbentuk seperti tubuh seorang raksasa, karena dalam arti bahasa indonesia Turonggo berarti kendaraan dan Yakso berarti raksasa atau dalam bahasa jawa berarti buto, sehingga kalau di gabungkan Turonggo Yakso itu berarti mengendarai raksasa. Kesinian ini mungkin sangat di gemari masyarakat Trenggalek karena seni tari ini merupakan salah satu ikon dari kota Trenggalek itu sendiri.
 

Selain Turonggo Yakso ada satu lagi sebuah kesenian khas Trenggalek yaitu Tiban, sebuah seni cambuk badan menggunakan lidi aren yang di pintal ini juga sangat populer di kalangan masyarakat pedesaan di Trenggalek. Kesenian ini biasanya bertujuan untuk melaksanakan tradisi sekaligus sebagai tontonan untuk masyarakat, yang di maksud tradisi di sini karena kesenian Tiban sering di adakan ketika musim kemarau panjang tiba, sehingga sering di artikan oleh masyarakat sebagai ritual minta hujan dan kesenian ini di lakukan oleh kaum laki laki diatas 15 tahun, setiap peserta yang melakukan Tiban harus melakukan tirakat terlebih dahulu agar tidak terjadi hal - hal yang tidak di inginkan, karena kesenian ini masih sangat kental dengan mistik. Pada pelaksanaan kesenian ini di pimpin oleh seorang "landang" atau dalam istilah permainannya adalah seorang wasit, dan "landang" itu sendiri harus memiliki kebijaksanaan yang tinggi. Karena sarat dengan magis pada saat kesenian ini akan di mulai harus di adakan ritual dulu dengan menyediakan sesaji lengkap, nasi tumpeng dan beberapa syarat lain yang di lakukan di mana kesenian ini akan di adakan. 
Makanan Khas Trenggalek
Trenggalek sendiri juga memiliki beragam makanan khas seperti nasi GEGOG, nasi TIWUL dan beberapa makanan ringan atau oleh - oleh khas Trenggalek seperti alen - alen, tempe kripik dan sale pisang.
Nasi GEGOG adalah makanan yang terbuat dari nasi yang di atasnya di tambahkan sambal teri kemudian di bungkus dengan daun pisang muda sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang sangat nikmat, nasi GEGOG ini berasal dari kecamatan Bendungan dan sering di jual pada banyak pasar tradisional di Trenggalek, harga nasi GEGOG inipin sangat terjangkau yaitu Rp. 1.500 sangat murah karena ukuran nasi GEGOG ini yang relatif kecil, maka untuk ukuran orang dewasa bisa makan sampai 3 bungkus. 
Dan oleh - oleh yang sangat populer adalah ALEN - ALEN sejenis makanan ringan yang berbetuk bulat dan bolong di tengahnya seperti cincin, bnyak sekali masyarakat Trenggalek yang memproduksi makanan ini karena selalu banyak permintaan di pasaran untuk ALEN - ALEN itu sendiri.

Selasa, 30 Juni 2015

Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi "A" dengan Nomor SK: 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, yang berpusat di kampus III terpadu Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas 246 Kota Malang, Jawa Timur. Universitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur. UMM termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia bersama UII dan UMY. Oleh karena didominasi warna dinding putih, UMM sering disebut sebagai kampus putih
UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-program yang didisain dengan cermat menjadikan UMM sebagai "The Real University", yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi
Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di Jalan Bandung 1, kampus II di Jalan Bendungan Sutami 188 A dan kampus III di Jalan Raya Tlogomas 246. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program Pasca Sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.

PATI 2015

Pwlatihan teknologi informasi 2015
Lab infokom B sift 3